3 Polisi Tewas Ditembak di Lampung, Sahroni: Jika Pelakunya TNI-Polri, Tembak Mati!

2025-03-18 14:55:43

3 Polisi Tewas Ditembak di Lampung, Sahroni: Jika Pelakunya TNI-Polri, Tembak Mati!
Sumber Gambar: Kompas

Pada Senin, 17 Maret 2025, terjadi insiden tragis di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, yang mengakibatkan gugurnya tiga anggota Polri saat menjalankan tugas. Ketiga korban adalah Kapolsek Negara Batin, Inspektur Satu (Iptu) Lusiyanto, serta dua anggotanya, Brigadir Kepala (Bripka) Petrus Apriyanto dan Brigadir Dua (Bripda) Ghalib Surya Ganta. Pada siang hari, Polsek Negara Batin menerima informasi mengenai aktivitas perjudian sabung ayam di Kampung Karang Manik. Setelah melakukan penyelidikan awal, sebanyak 17 personel kepolisian, dipimpin langsung oleh Iptu Lusiyanto, dikerahkan untuk menggerebek lokasi tersebut pada sore harinya sekitar pukul 16.50 WIB. Saat tiba di lokasi, situasi awal tampak normal. Namun, secara tiba-tiba, tim kepolisian diserang dengan tembakan oleh orang tak dikenal. Dalam insiden tersebut, Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus Apriyanto, dan Bripda Ghalib Surya Ganta terkena tembakan dan meninggal dunia di tempat kejadian. Jenazah ketiganya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi. 


Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengutuk keras aksi penembakan tersebut. Ia menegaskan bahwa jika pelaku penembakan adalah oknum dari TNI atau Polri, maka hukuman tembak mati harus dijatuhkan. Sahroni juga mendorong agar TNI dan Polri bekerja sama mengusut tuntas kasus ini, mengingat tindakan tersebut dianggap biadab dan jahanam. Selain itu, ia menekankan pentingnya pemberantasan total terhadap praktik perjudian sabung ayam yang masih marak terjadi. Indonesia Police Watch (IPW) turut menyampaikan keprihatinan dan duka cita atas kejadian ini. Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, mendesak agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum melalui tim gabungan TNI dan Polri. Ia juga menyoroti bahwa perjudian sabung ayam sering kali dibekingi oleh oknum aparat, meskipun Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan untuk memberantas perjudian di tanah air. 


Pasca-penembakan, aparat kepolisian dan militer bergerak cepat untuk mengusut pelaku. Tersiar kabar bahwa arena judi sabung ayam tersebut diduga milik oknum prajurit TNI. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan anggota TNI dalam insiden ini. Ia menegaskan bahwa apabila ada keterlibatan oknum, sanksi tegas akan diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku. Insiden penembakan terhadap aparat penegak hukum bukanlah yang pertama terjadi. Pada November 2024, terjadi kasus serupa di Polres Solok Selatan, Sumatera Barat, di mana Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, Kompol Anumerta Ryanto Ulil Anshar, tewas ditembak oleh rekannya, Kabag Ops AKP Dadang Iskandar. Diduga, motif penembakan tersebut terkait dengan penangkapan pelaku tambang ilegal yang dilakukan oleh korban. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, saat itu juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan meminta agar seluruh aktivitas tambang ilegal di Sumbar ditutup. 


Kejadian di Lampung ini menyoroti urgensi peningkatan sinergi antara TNI dan Polri dalam menjalankan tugas serta penegakan hukum yang adil dan tegas. Keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas ilegal, seperti perjudian dan tambang ilegal, mencoreng nama baik institusi dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk memberantas praktik-praktik ilegal dan memastikan bahwa oknum yang terlibat mendapatkan sanksi yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku. Gugurnya tiga anggota Polri di Lampung merupakan kehilangan besar bagi institusi kepolisian dan masyarakat Indonesia. Pengorbanan mereka dalam menjalankan tugas harus dihargai dengan memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan pelaku kejahatan mendapatkan hukuman yang setimpal. Selain itu, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas demi menjaga keamanan dan ketertiban masyar

akat.


Baca juga : YG Entertainment Klarifikasi Rumor Wamil Mino WINNER

Baca juga : Minho SHINee Jatuh Cinta pada Kuliner Indonesia

Pewarta : Hamzah

Bagikan Artikel Ini

Bagaimana Menurutmu?

0
0
0
0
0
0
0

Berita Lainnya

Document