
Pemkot Tangerang Buka Pendaftaran Bansos Mahasiswa, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Edu/Tech | 14 Jan 2025 - 14:44 WIB
2025-08-29 06:22:29
Gas air mata sering digunakan aparat keamanan untuk mengendalikan massa saat demo atau kericuhan. Meski namanya terdengar sepele, zat ini sebenarnya memiliki efek serius bagi kesehatan manusia. Banyak orang hanya mengetahui bahwa gas ini membuat mata perih dan menangis, padahal dampaknya bisa lebih jauh dan berbahaya. Bagi generasi muda yang aktif bersuara di ruang publik, penting sekali memahami apa itu gas air mata, kandungan di dalamnya, serta risiko kesehatan yang dapat ditimbulkannya.
Gas air mata bukan benar-benar berbentuk gas, melainkan partikel kimia yang disemprotkan ke udara. Jenis yang paling sering digunakan adalah CS (Chlorobenzylidene Malononitrile) dan CN (Chloroacetophenone). Zat kimia ini dirancang khusus untuk mengiritasi indra manusia, terutama mata, hidung, mulut, dan saluran pernapasan. Efeknya bisa langsung terasa dalam hitungan detik setelah terhirup. Karena itulah, gas air mata digunakan sebagai senjata non-mematikan untuk membubarkan massa dalam waktu singkat.
Ketika mengenai tubuh manusia, gas air mata menimbulkan reaksi cepat yang membuat penderitanya tidak nyaman. Mata biasanya terasa perih dan berair berlebihan sehingga sulit melihat. Hidung dan tenggorokan juga teriritasi hingga menyebabkan batuk hebat. Pada kulit, gas ini bisa menimbulkan rasa panas, gatal, bahkan ruam. Saluran pernapasan pun terganggu sehingga menyebabkan kesulitan bernapas, ditambah dengan gejala lain seperti mual, muntah, dan pusing. Efek-efek tersebut memang umumnya bersifat sementara, tetapi pada kondisi tertentu bisa menimbulkan risiko yang jauh lebih serius, terutama bagi kelompok rentan.
Dalam jangka panjang, paparan gas air mata berulang kali dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis. Beberapa orang berisiko mengalami gangguan pernapasan seperti asma atau penurunan fungsi paru-paru. Mata yang teriritasi berat bisa mengalami kerusakan pada kornea, sedangkan penderita penyakit jantung berpotensi menghadapi komplikasi karena tubuh kekurangan oksigen. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia jauh lebih mudah terkena dampak buruk, mengingat kondisi tubuh mereka yang lebih lemah. Bahkan, sejumlah penelitian menyebutkan bahwa paparan gas air mata di ruang tertutup bisa meningkatkan risiko kematian akibat sesak napas ekstrem.
Jika terjebak dalam situasi kericuhan yang melibatkan gas air mata, ada beberapa langkah darurat yang bisa membantu mengurangi dampaknya. Orang yang terpapar sebaiknya segera menjauh dari lokasi penyemprotan dan bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah angin agar tidak semakin banyak menghirup partikel kimia. Hidung dan mulut bisa ditutup dengan kain basah untuk menyaring udara yang masuk. Bila mata terkena gas, jangan menguceknya karena dapat memperparah iritasi, melainkan segera bilas dengan air bersih mengalir. Pakaian yang terkontaminasi gas juga perlu dilepaskan agar zat kimia tidak terus menempel di kulit. Jika gejala sesak napas tidak kunjung hilang atau iritasi semakin parah, maka langkah terbaik adalah segera mencari pertolongan medis.
Generasi muda perlu mengetahui bahaya gas air mata karena seringkali merekalah yang berada di ruang publik saat terjadi unjuk rasa. Dengan memahami dampaknya, mereka bisa lebih waspada dan siap melindungi diri bila berada dalam situasi yang tidak terduga. Pengetahuan ini juga penting agar masyarakat bisa menuntut penggunaan gas air mata yang lebih bijak oleh aparat keamanan. Meski disebut sebagai senjata non-mematikan, bukan berarti gas ini sepenuhnya aman.
Gas air mata pada akhirnya adalah senjata pengendali massa yang memiliki dampak serius bagi kesehatan manusia. Dari sekadar iritasi mata hingga risiko kematian akibat sesak napas, efeknya jelas tidak bisa dianggap remeh. Generasi muda harus lebih paham mengenai bahaya gas air mata agar dapat melindungi diri saat berada di ruang publik, terutama dalam situasi demo atau kericuhan yang berpotensi membahayakan keselamatan. (ra)
Baca juga : Perpindahan Investor Asing ke Malaysia dan Singapura: Tantangan bagi Indonesia
Baca juga : Tunjuk Cak Lontong Jadi Ketua Timses Pramono-Rano: Representasi Politik Bawa Kegembiraan
Pewarta : MRA
Pemkot Tangerang Buka Pendaftaran Bansos Mahasiswa, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Edu/Tech | 14 Jan 2025 - 14:44 WIB
Lifestyle | 29 Aug 2025 - 06:22 WIB
Lifestyle | 29 Aug 2025 - 06:22 WIB
Hukum & Politik | 29 Aug 2025 - 06:05 WIB
Edu/Tech | 28 Aug 2025 - 16:48 WIB
Lifestyle | 28 Aug 2025 - 16:41 WIB
Internasional | 02 Sep 2024 - 11:55 WIB
Lifestyle | 04 Sep 2024 - 19:37 WIB
Entertainment | 04 Sep 2024 - 20:18 WIB
Entertainment | 05 Sep 2024 - 18:43 WIB