David Wijaya, Selebgram Apoteker ITB yang Fokus Edukasi Kesehatan

2026-01-24 22:25:59

David Wijaya, Selebgram Apoteker ITB yang Fokus Edukasi Kesehatan
Sumber Gambar: Tidak ada sumber gambar

FYP Media - Nama David Wijaya semakin dikenal luas di media sosial sebagai salah satu selebgram edukasi yang fokus pada isu kesehatan dan literasi keuangan. Latar belakangnya sebagai apoteker muda membuat konten-konten yang ia bagikan dinilai kredibel dan bermanfaat bagi masyarakat.

David Wijaya memulai perjalanannya sejak menempuh pendidikan Sarjana Farmasi di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2014. Selama masa kuliah, ia dikenal sebagai mahasiswa aktif dengan rekam jejak prestasi yang cukup menonjol di bidang akademik maupun organisasi.

Prestasi David antara lain dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Sekolah Farmasi ITB serta dipercaya menjadi staf ahli Pharmaceutical Education Nasional. Karier akademik yang solid tersebut menjadi fondasi kuat bagi langkahnya terjun ke dunia edukasi publik.

Kini, David aktif membagikan ilmu kesehatan secara gratis melalui akun Instagram pribadinya, @davidwijaya23, yang telah diikuti lebih dari 287 ribu pengikut. Ia mengaku senang karena ilmu yang dibagikannya dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Senang karena apa yang dibagikan bisa bermanfaat bagi banyak orang, terutama untuk mengenalkan peran apoteker lebih luas, bukan sekadar sebagai tukang obat,” ujar David.

Di balik kesuksesannya sebagai content creator, David mengakui ada tantangan besar, terutama dalam membagi waktu antara kuliah dan aktivitas edukasi digital. Ia harus mengorbankan waktu santai demi konsistensi dalam berkarya dan berkontribusi.

Meski demikian, jerih payah tersebut membuahkan hasil. David berhasil mendirikan tiga platform edukasi, yakni Youth Ranger Indonesia (@youthranger.id), Finplan (@finplan.id), dan Bijak Obat (@bijakobat.id). Ketiganya fokus pada edukasi kesehatan, keuangan, dan pengembangan keterampilan generasi muda.

Menariknya, David tidak hanya membahas isu kesehatan. Ia juga aktif mengangkat topik literasi keuangan dan pengembangan diri. Menurutnya, pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan, kesenjangan sosial, serta rendahnya kualitas kesehatan.

“Walaupun kita apoteker, kita tetap bisa merambah berbagai bidang, termasuk keuangan dan finance,” katanya.

Ke depan, David Wijaya berharap dapat terus meningkatkan literasi masyarakat melalui konten yang bermakna. Ia juga mendorong lahirnya lebih banyak content creator dari latar belakang farmasi agar edukasi kesehatan semakin luas dan mudah diakses.

“Konten adalah raja, tapi yang terpenting adalah kebermanfaatannya bagi masyarakat. Saya harap makin banyak apoteker yang mau terjun dan berbagi,” tutupnya.

Berita Lainnya

Document