
Shin Tae-yong Resmikan STY Foundation, Raffi Ahmad Jadi Penasihat untuk Dukung Talenta Sepak Bola Muda Indonesia
Entertainment | 06 Nov 2024 - 13:10 WIB
2025-08-30 09:06:23
FYP Media - Sosis menjadi salah satu makanan favorit banyak orang, terutama generasi muda. Praktis, lezat, dan mudah diolah, sosis sering dijadikan lauk, camilan, hingga pelengkap menu cepat saji. Namun, di balik rasanya yang menggugah selera, sosis menyimpan berbagai risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Sosis termasuk dalam kategori makanan olahan (processed food) yang melalui berbagai tahap pengawetan, penambahan bumbu, hingga penggunaan bahan kimia tertentu. Hal ini membuatnya memiliki daya tahan lama, tetapi juga menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan tubuh.
Salah satu masalah utama pada sosis adalah tingginya kadar garam dan pengawet. Natrium yang berlebihan bisa memicu hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Selain itu, pengawet seperti nitrit dan nitrat yang digunakan dalam sosis dapat berubah menjadi senyawa berbahaya dalam tubuh, bahkan berpotensi memicu kanker.
Jika sosis dikonsumsi setiap hari, tubuh bisa mengalami penumpukan garam dan zat kimia yang memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.
Sosis umumnya dibuat dari daging olahan yang dicampur dengan lemak tambahan. Akibatnya, makanan ini kaya akan lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kondisi ini memperbesar risiko penyakit jantung, stroke, hingga obesitas.
Bagi generasi muda yang terbiasa dengan gaya hidup modern dan minim aktivitas fisik, konsumsi sosis berlebihan bisa menjadi faktor risiko penyakit serius sejak dini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah lama memperingatkan bahwa konsumsi daging olahan seperti sosis, nugget, atau ham dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Hal ini disebabkan oleh senyawa nitrosamin yang terbentuk saat nitrit/nitrat dalam sosis bereaksi di tubuh.
Meskipun dampaknya tidak terasa secara langsung, konsumsi rutin dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek serius terhadap kesehatan.
Meski berasal dari daging, sosis tidak bisa disamakan dengan daging segar. Proses pengolahan membuat sebagian kandungan gizi hilang, sehingga sosis justru rendah nutrisi esensial seperti protein berkualitas tinggi, vitamin, dan mineral.
Dengan kata lain, mengonsumsi sosis terlalu sering bisa membuat tubuh kekurangan asupan nutrisi penting yang seharusnya didapat dari makanan segar seperti ikan, ayam, atau daging sapi asli.
Kandungan kalori dalam sosis cukup tinggi, terutama bila diolah dengan cara digoreng. Ditambah lagi dengan kandungan lemak dan karbohidrat tambahan dari tepung atau bumbu. Jika dikonsumsi secara rutin tanpa diimbangi aktivitas fisik, risiko obesitas akan meningkat.
Obesitas sendiri merupakan pintu masuk bagi berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes tipe 2 hingga gangguan metabolisme lainnya.
Kebiasaan mengonsumsi sosis secara berlebihan dapat menurunkan kualitas pola makan. Anak muda yang lebih sering memilih makanan instan seperti sosis cenderung kurang mengonsumsi sayur, buah, dan sumber protein segar. Akibatnya, tubuh kekurangan asupan gizi seimbang yang penting untuk kesehatan jangka panjang. (ra)
Baca juga : 3 Polisi Tewas Ditembak di Lampung, Sahroni: Jika Pelakunya TNI-Polri, Tembak Mati!
Baca juga : Viral! Pesona Latina Makeup yang Glamor dan Memikat, Berani Coba?
Pewarta : MRA
Shin Tae-yong Resmikan STY Foundation, Raffi Ahmad Jadi Penasihat untuk Dukung Talenta Sepak Bola Muda Indonesia
Entertainment | 06 Nov 2024 - 13:10 WIB
Edu/Tech | 30 Aug 2025 - 09:06 WIB
Lifestyle | 30 Aug 2025 - 09:06 WIB
Edu/Tech | 30 Aug 2025 - 09:00 WIB
Edu/Tech | 30 Aug 2025 - 09:00 WIB
Lifestyle | 29 Aug 2025 - 06:22 WIB
Internasional | 02 Sep 2024 - 11:55 WIB
Lifestyle | 04 Sep 2024 - 19:37 WIB
Entertainment | 04 Sep 2024 - 20:18 WIB
Entertainment | 05 Sep 2024 - 18:43 WIB